Anak Susah Bangun? Coba 5 Tips Membangunkan Anak saat Sahur Ramadhan Ini!

1160
Membangunkan Anak saat Sahur Ramadhan

Arwini.com – Membangunkan anak saat sahur ramadhan atau mengenalkan ibadah puasa kepada buah hati tentu memberikan tantangan tersendiri bagi para orang tua.  Mengubah jam biologis dengan membangunkan si kecil pada jam 3-4 pagi tentu tidak mudah apalagi di jam-jam tersebut anak-anak pasti sedang nyenyak-nyenyaknya.

Loading...

Membangunkan mereka yang sedang tertidur pulas tentu tetap harus dilakukan sebagai bekal energi sebelum berpuasa.  Walaupun si kecil mungkin susah dibangunkan atau bahkan enggan membuka mata meskipun sudah berada di meja makan.  Nah, kalau sudah begini sebagai orang tua kita harus bisa membujuknya untuk menyantap makan sahur agar kuat menjalani ibadah puasa.

5 Tips Membangunkan Anak saat Sahur Ramadhan

Agar anak terbiasa bangun sahur dan tidak ngambek ketika dibangunkan saat sahur, berikut ini adalah tips sederhana membangunkan anak saat sahur Ramadhan yang patut dicoba.

  1. Membiasakan Tidur setelah tarawih

Mengajak si kecil untuk melaksanakan ibadah sholat tarawih bisa menjadi salah satu cara mengenalkan mereka pada ibadah Ramadhan.  Nah, setelah selesai tarawih pastikan si kecil untuk langsung tidur agar lebih mudah dibangunkan saat sahur nanti.  Dengan waktu tidur yang terjadwal dan teratur, mereka akan terbiasa dengan jam biologis baru yang mengharuskannya bangun di waktu sahur.

Jangan biarkan anak-anak tidur sampai larut malam.  Karena selain lebih sulit untuk dibangunkan saat sahur, kebiasaan tidur larut malam juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan.  Orang dewasa saja tidak disarankan tidur larut malam, apalagi anak-anak.  Jadi pastikan si kecil memiliki waktu tidur yang cukup ya, agar mudah dibangunkan saat sahur.

  1. Memberikan penjelasan pentingya sahur

Memberikan penjelasan tentang pentingnya sahur kepada si kecil bisa membuat mereka lebih memahami dan mau mengerti jika dibangunkan untuk sahur di pagi hari.  Pastikan kita sudah janjian dulu dengan si kecil dan memberitahu mereka bahwa nanti di waktu sahur mereka akan dibangunkan untuk menyantap sahur sebelum puasa, agar mereka lebih siap untuk bangun dan tidak rewel.

Penting juga menjelaskan kepada mereka bahwa menyantap sahur juga bernilai ibadah karena termasuk hal yang disunahkan.  Dengan sahur, tubuh akan lebih kuat menjalani ibadah puasa karena sudah menyimpan energi dengan menyantap makanan saat sahur.

  1. Membangunkan anak dengan menyenangkan

Apa jadinya jika kita sedang tidur pulas tiba-tiba dibangunkan dengan teriakan yang memekakkan telinga?  Pasti kaget dan tidak suka kan?  Nah, anak-anak pun demikian.  Membangunkan si kecil dangan suara yang terlalu keras bahkan berteriak bukan hanya membuat mereka kaget tetapi juga bisa berpengaruh pada kondisi psikisnya.

Bukankah seharusnya orang tua itu mengayomi dan memberikan kenyamanan bagi buah hatinya?  Jadi pastikan untuk membangunkan mereka dengan cara yang lembut dan menyenangkan.  Membisikkan nama si kecil dan mengajaknya bersantap sahur bersama akan lebih diterima.  Bisikkan juga bahwa menu kesukaannya sudah menanti dan tidak akan bisa dimakan lagi jika waktu sahur sudah terlewati.  Dengan mata yang masih mengantuk, si kecil pasti akan lebih tertarik untuk bangun.

Selain itu ciptakan suasana sahur yang hangat dan nyaman dengan obrolan ringan atau canda tawa yang menghibur agar sahur lebih seru dan menyenangkan.  Dengan suasana sahur yang akrab dan menyenangkan, si kecil pasti lebih bersemangat untuk bangun di waktu sahur.

  1. Menyiapkan menu favorit si kecil

Jika si kecil menyukai jenis makanan tertentu baik camilan atau kue, maka kita bisa menjadikannya sebagai menu pelengkap yang bisa dinikmati setelah makan sahur.  Memberitahukan si kecil bahwa esok hari ada menu kesukaannya bisa menjadi daya tarik tersendiri yang akan membuat si kecil bersemangat untuk bangun di waktu sahur.

Ada banyak olahan makanan yang bisa dipersiapkan, bisa saja ini dijadikan sebagai kunci utama dalam menarik minat anak untuk bangun di subuh hari. Bisa dengan menyiapkan makanan kesukaan membangunkan anak saat sahur Ramadhan.

  1. Menyiapkan Variasi Makanan Enak

Jika kita hanya menyiapkan menu sahur yang itu-itu saja, bisa jadi anak-anak merasa bosan dan mungkin malas untuk menyantap menu sahur yang disediakan.  Nah, sebagai orang tua kita harus kreatif menciptakan menu sahur yang bervariasi agar anak-anak lebih tertarik dan bersemangat untuk menyantapnya.

Tentunya variasi menu yang disajikan untuk santap sahur harus tetap memenuhi kebutuhan gizi keluarga agar tetap berenergi dan bersemangat menjalani puasa selama bulan Ramadhan.

Menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan bisa menjadi pengalaman spiritual yang menyenangkan bagi anak-anak.  Dimana mereka akan terlatih untuk bersabar, disiplin dan jujur dalam menjalankan puasa.

Bolehlah sesekali memberikan reward kepada si kecil sebagai bentuk motivasi agar lebih bersemangat menjalankan ibadah puasa.  Namun begitu, membiasakan anak untuk menjalankan ibadah secara ikhlas semata-mata karena Allah tentu akan lebih bermakna.

Loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here