Tips Kelola THR dengan Bijak agar tidak Bangkrut Pasca Lebaran

732
Cara Mengelola THR agar tidak Bangkrut
Tips THR

Arwini.com – Bagi karyawan dan pekerja kantoran, istilah THR atau Tunjangan Hari Raya menjadi kata-kata manis yang selalu ditunggu kedatangannya. 

Bonus tahunan yang satu ini bukan hanya membuat wajah kembali berseri tetapi juga menuntut penerimanya untuk bisa mengalokasikan dana tersebut secara bijak dan tidak asal pakai. 

Karena tak jarang THR hanya bertahan beberapa saat di awal saja, bahkan resiko mengalami kebrangkutan usai lebaran seolah menanti di depan mata.

Tidak mau kan bangkrut pasca lebaran?  Nah, berikut ini adalah beberapa tips mengelola dana THR dengan bijak agar Anda kondisi keuangan Anda tetap bugar pasca lebaran.

Rencanakan mudik dengan matang

Kegiatan mudik lebaran menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dengan momen liburan lebaran setiap tahunnya. 

Bagi Anda yang ingin melakukan tradisi pulang kampung pada lebaran tahun ini sebaiknya sudah memiliki perencanaan yang matang terkait aktivitas ini.

Penting untuk melakukan perencanaan jauh hari sebelumnya agar kegiatan mudik yang Anda lakukan bisa berjalan lancar sesuai rencana.

Cobalah untuk melakukan perhitungan yang cermat mengenai segala hal yang berhubungan dengan mudik yang akan Anda lakukan. 

Mulai dari dana untuk membeli tiket, transportasi menuju ke terminal, bandara, pelabuhan atau stasiun kereta api, hingga transportasi menuju ke tempat tinggal Anda. 

Termasuk dalam hal ini adalah dana yang diperlukan selama di perjalanan jika Anda memutuskan untuk mudik menggunakan jasa rental mobil.  Berapa hari Anda akan berada di kampung halaman dan bagaiman tiket pulang setelah lebaran tentunya sudah masuk dalam perencanaan Anda.

Belanja kebutuhan lebaran

Membelanjakan THR untuk kebutuhan lebaran memerlukan pengelolaan yang bijak, jangan sampai besar pasak dari pada tiang hanya karena Anda lapar mata dan ingin membeli semua barang tanpa perhitungan.

Cobalah untuk membuat prioritas utama, seperti untuk membayar zakat fitrah atau mal, keperluan baju lebaran, dan angpao untuk keponakan atau berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan.

Membelanjakan THR untuk keperluan lain yang tidak penting sebaiknya bisa dipertimbangkan kembali agar THR tidak salah sasaran dan menguras isi dompet terlalu dalam. 

Jika memang tidak masuk dalam prioritas sebaiknya Anda tidak membelanjakan dana THR untuk keperluan tersebut. 

Yang perlu diingat, untuk keperluan belanja lebaran sebaiknya murni bersumber dari THR dan bukan dari tabungan Anda.

Alokasikan untuk dana darurat

Dana darurat atau emergency fund sangat penting untuk mengantisipasi adanya kebutuhan lain yang tidak terduga.  Meski besaran dana darurat bersifat relatif dan tidak sama satu dengan yang lain, tetapi idealnya diambil dari pengeluaran rutin setiap bulannya. 

Jika dana darurat Anda sudah terpakai untuk keperluan mendadak sebelumnya, maka ketika THR sudah di tangan cobalah untuk menyisihkan sebagian untuk dana darurat.

Alokasikan untuk membayar cicilan

Jika Anda masih memiliki tunggakan cicilan yang belum terbayar karena kebutuhan bulan lalu yang begitu besar, maka inilah saatnya Anda memenuhi kewajiban Anda untuk membayar tunggakan tersebut. 

Kebutuhan baju lebaran mungkin bisa Anda kesampingkan dulu dan lebih memprioritaskan untuk membayar cicilan yang sudah jatuh tempo.

Jangan sampai kebahagiaan Anda berlebaran terusik dengan tagihan cicilan yang menanti di depan mata usai lebaran tanpa ada dana yang tersisa. 

Dengan membayar cicilan setidaknya Anda bisa lebih bernafas lega karena tidak ada resiko tunggakan cicilan dan resiko terkena sanksi denda kerena keterlambatan membayar.

Pos untuk tabungan

Menerima THR bukan berarti harus menghabiskan semuanya dalam waktu singkat, cobalah untuk lebih bijak dalam mengatur keuangan Anda.

Menyisihkan setidaknya 10 persen dari jumlah THR yang diterima bisa menjadi salah satu cara untuk menambah tabungan Anda. 

Dan jika Anda cukup jeli, tidak ada salahnya untuk memanfaatkan sisa THR sebagai dana untuk tambahan modal atau investasi bagi bisnis sampingan Anda.

Dengan melakukan pengeloaan dana THR secara bijak, kebutuhan lebaran bisa terpenuhi dengan baik. 

Momen lebaran dan berkumpul bersama keluarga bisa semakin membahagiakan karena tidak ada kekhawatiran akan kondisi keuangan yang carut marut usai lebaran. 

Sehingga THR benar-benar menjadi Tunjangan Hari Raya dan bukan Tekanan Hari Raya yang menimbulkan masalah keuangan di kemudian hari.

Loading...
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here