Tips Menjaga Kehamilan semasa Pertumbuhan Janin

566
Tips Menjaga Kehamilan
Tips Menjaga Kehamilan

Tips Menjaga Kehamilan – Menjaga kehamilan agar bayi sehat selama di kandungan tidaklah mudah. Inilah awal untuk memiliki anak yang sehat. Dan masa kehamilan ini sangatlah menentukan pertumbuhan dan perkembangan si kecil nantinya. Sehingga perilaku seorang ibu menentukan kelahiran yang akan dikehendaki nanti.

Jika dilakukan sesuai arahan dokter, maka tidak mengherankan jika membuat anak yang diinginkan sangatlah mudah begitu juga sebaliknya kelainan dan cacat pada bayi, salah satunya dipengaruhi oleh aktivitas si ibu (baca: Pengetahuan Wajib Ibu Hamil).

Kebanyakan wanita tidak mengetaui bahwa ia tengah mengandung. Dan biasanya itu akan berlangsung hingga mencapai minggu ke 12 usia ke hamilan. Padahal pada usia itu tidak cukup baik bagi perkembangan otak,dan begitupun syaraf yang ada pada janin.

Maka dari itu, sebaiknya ibu hamil mempersiapkan diri untuk kehamilannnya dengan cara mempersiapkan nutrisi apa saja yang baik untuk dirinya.

Pada masa permulaan kehamilan yang akan terjadi biasanya adalah drop, baik kondisi emotional, kesehatan maupun dari segi nafsu makan. namun di samping itu janin dalam rahim ibu memerlukan nutrisi dan gizi yang baik dan yang terpenting energi dari ibu yang mengandun si bayi.maka seharusnya ibu yang sedang dalam masa mengandung atau hamil harus menjaga kesehatannya dan keadaannya di masa mengandung si bayi.

Seperti yang kita ketahui bersama pada awal kehamilan pada umumnya akan sering-sering muntah dan mual, maka dari itu ibu hamil tidak boleh kelaparan dan usahakan selalu menjaga keadaan energi dan nutrisinya namun harus diingat juga makannya harus dalam porsi ringan atau sesuai dengan takaran yang di butuhkan. okey,,sampai sini dulu yah semoga bermanfaat..

Tips Ibu Hamil Sehat dalam masa Pertumbuhan Janin

Berikut ini ada tips yang sangat dianjurkan bagi Ibu hamil dalam masa pertumbuhan bayi di dalam kandungan:

1. Kontrol teratur ke dokter untuk memeriksakan kehamilan. Bulan-bulan terakhir kehamilan, kontrol harus dilakukan lebih sering lagi. Bila Anda mempunyai keluhan atau mempunyai kekhawatiran apapun terhadap kehamilan yang Anda alami, periksakanlah ke dokter/bidan meskipun ini belum saatnya Anda harus kontrol kembali.

2, Hindari bahan atau zat-zat kimia yang yang menimbulkan keracunan seperti insektisida, cat, bahan-bahan yang mengandung merkuri (air raksa) atau timah hitam.

3. Berhenti merokok bila Anda merokok atau janganlah menjadi perokok pasif, karena Anda sering menghirup asap rokok dari orang sekitarnya, misalnya dari suami Anda. Asap rokok akan membuat si kecil lahir dengan berat badan yang kurang, kematian si kecil dalam kandungan atau si kecil mudah jatuh sakit atau lambat dalam mempelajari sesuatu nantinya, dapat juga menyebabkan Anda mengalami keguguran.

4. Minumlah yang lebih banyak, terutama air putih. Cairan yang masuk berguna untuk membantu peningkatan volume darah yang terjadi selama kehamilan. Minumlah sedikitnya 6 – 8 gelas sehari, dapat berupa jus buah, susu, atau air putih biasa.

Cara mudah untuk melihat kecukupan cairan dalam tubuh ialah dengan melihat warna air seni. Bila air seni jernih seperti air putih atau hanya sedikit kuning, itu menunjukkan Anda cukup mengkonsumsi cairan.

5. Konsumsi makanan yang bergizi, untuk memenuhi kecukupan gizi untuk ibu dan si kecil dalam kandungan. Makanan harus memenuhi 5 kelompok makanan utama: nasi atau sumber karbohidrat lainnya, daging dan protein lainnya, sayuran, buah-buahan dan susu. Kurangi makanan berlemak dan perbanyak makanan berserat selengkapnya bisa di baca Kebutuhan Gizi dan Nutrisi Ibu Hamil.

6. Konsumsi vitamin Asam Folat 400 mikrogram perhari, sebelum kehamilan hingga beberapa bulan pertama dalam kehamilan. Hal ini berguna untuk mencegah cacat tabung saraf dan tulang belakang pada si kecil.

Asam Folat ini juga penting diperoleh dari makanan yang mengandung Asam Folat seperti pada sereal, beras merah, jeruk, sayuran hijau, kacang-kacangan, brokoli, dan lainnya.

7 Konsumsi juga tablet penambah darah, yaitu tablet yang mengandung zat Besi sebanyak 30 miligram sehari setama masa kehamilan, atau sesuai yang dianjurkan oleh dokter.

Zat Besi ini berguna untuk mencegah terjadinya anemia pada saat keharnilan, yang dapat menyebabkan terjadinya risiko untuk terjadinya perdarahan saat persalinan. Sebenarnya semua wanita yang berusia subur, sebaiknya mengkonsumti makanan yang mengandung banyak Zat besi (baca: Masa Subur Wanita).

8. Cuci tangan sesering mungkin, terutama setelah memegang daging mentah pada saat memasak atau setelah menggunakan kamar kecil. Karena dengan cuci tangan akan mencegah penyebaran kuman dan virus yang dapat menyebakan penyakit.

9. Kenali keadaan diri sendiri. Bila ada tanda atau gejala yang tidak biasanya seperti nyeri, perdarahan vagina, merembesnya air ketuban, pusing, pingsan, nafas menjadi pendek, gemetar, nadi menjadi cepat, terus mual dan muntah, pembengkakan pada sendi, tidak merasakan pergerakan janin, dan gejala atau tanda lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

10.Berhati-hatilah dalam mengkonsumsi obat-obatan termasuk juga obat-obat tradisional. Termasuk juga alkohol dan kafein. Kafein yang ada pada teh, kopi (Bahaya Kopi?), minuman ringan dan coklat perlu juga dibatasi.

11.0bat-obatan yang sering diminum sebelum hamil, misalnya obat-obatan untuk hipertensi, epilepsi, asma atau kencing manis, perlu dikonsultasikan kembali dengan dokter Anda. Apakah perlu dilakukan perubahan atau penyesuaian dengan kehamilan Anda? Apakah obat-obatan ini aman digunakan dalam kehamilan?

12.0bat-obatan yang dijual bebas seperti untuk mengatasi flu dan batuk, mungkin dapat membahayakan janin dalam kandungan. Oleh sebab itu, konsultasikanlah dulu dengan dokter sebelum meminumnya.

13. Jangan sungkan atau takut bertanya pada dokter Karena ini menyangkut kesehatan janin dan ibu sendiri, Lebih baik kita berhati-hati dan menanyakan semua kekhawatirkan yang kita rasakan.

14. Bergabung dalam kelas untuk ibu hamil seperti kelas senam hamil. Selain dapat mengambil manfaat dari kelas tersebut, calon-calon ibu juga dapat membagi pengalaman dan menambah pengetahuan dengan sesama calon ibu lainnya.

15. Tetaplah beraktifitas karena akan baik untuk sang ibu maupun sang calon bayi. Olahraga yang biasanya aman untuk ibu hamil seperti berjalan, berolahraga, bersepeda statis. Tapi ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulainya.

16. Makanlah dalam porsi kecil tapi sering, sekitar 5 – 6 kali perhari. Ini jauh lebih baik daripada makan dalam 3 porsi besar sehari. Pola makan dengan porsi kecil yang lebih sering, dapat mengurangi mual-muntah di pagi hari dan nyeri Iambung. Hindarilah makanan yang dapat membuat Iambung nyeri, walaupun Anda menyukainya. Gantilah dengan makanan yang lebih bergizi.

17. Hindari mandi atau berendam dengan air panas saat hamil. Karena panas yang tinggi dapat membahayakan kehamilan.

18. Rencanakan dan buatlah lingkungan rumah yang aman untuk si kecil nantinya. Hal ini untuk mencegah bahaya-bahaya yang tidak diinginkan.

19. Hindariiah daging yang belum dimasak atau yang dimasak kurang matang, cucilah tangan setelah memegang hewan peliharaan atau berkebun. Ini untuk mencegah terjangkit parasit toksoplasma yang menyebabkan penyakit toksoplasrnosis, yang dapat rnembahayakan janin dalam kandungan.

20 Karena ukuran rahim yang semakin besar, sering kurang efisiennya fungsi ginjal akibat kehamilan, dapat menyebabkan ibu lebih sering buang air kecil atau susah buang air Besar. Dapat juga terjadi keluar air seni saat bersin, batuk atau ketawa. Ini disebabkan karena adanya tekanan rahim pada kandung kemih, yang sering terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan. Jika buang air kecil disertai rasa panas, nyeri dan lebih sering, periksakanlah ke dokter.

21.Berat badan yang berlebihan atau kurang selama kehamilan dapat menyebabkan masalah bagi si kecil yang masih dalam kandungan. Janganlah melakukan diet selama hamil, untuk menurunkan berat badan yang berlebih sebelum berkonsultasi dengan dokter (baca: Diet Sehat Ibu Menyusui).

22.Melakukan vaksinasi untuk kehamilan. Tanyakanlah pada dokter mengenai hal ini, kapan sebaiknya vaksinasi diberikan.

23.Hindari pemeriksaan dengan sinar X (ronsen). Jelaskan pada dokter bila Anda sedang hamil bila dokter meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan itu.

24.Berikan lingkungan yang sehat untuk si kecil dalam kandungan dan perhatikan proses perkembangan janin. Dan saat si kecil telah lahir, dan tumbuh semakin besar, tetaplah beri dia bimbingan dan kasih sayang. Kesehatan dan keamanan pada lingkungannya, harus selalu diperhatikan.

25. istrahatlah yang cukup. Pada saat beristirahat sebaiknya berbaring ke samping, terutama ke Sisi kiri bila sesuai saran dokter. Posisi ini akan memberikan sirkulasi darah terbaik untuk sang janin dan dapat mengurangi pembengkakan pada tungkai kaki.

Demikianlah 25 Tips Ibu Hamil Sehat dalam masa Pertumbuhan Janin, mudahan dimudahkan dalam menjalani kehamilan dan proses persalinan.

Loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here