5 Karakter Pria yang tidak Layak untuk Dijadikan Pasangan Hidup

Tipe Cowok Tidak Coccok dijadikan Pacar
Karakter Cowok

Arwini.com, Tipe Pria yang tidak cocok Jadi Pasangan Hidup – Setiap wanita tentu mendambakan sebuah hubungan yang harmonis dengan pasangannya termasuk ketika harus berkomitmen dengan satu pria yang dicintainya.

Masa pacaran menjadi momen paling tepat untuk saling mengenal karakter masing-masing agar semakin yakin untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius, yaitu pernikahan.

Lalu karakter seperti apakah yang sebaiknya dihindari ketika mencari pasangan hidup?  Berikut ini adalah 5 karakter pria yang tidak layak untuk dijadikan pasangan hidup.  Yuk, simak baik-baik ulasannya!

1. Berani menggoda wanita lain meski di depan Anda

Salah satu karakter pria yang tidak layak untuk dijadikan pasangan hidup adalah genit.  Karakter genit bisa menjadi pemicu konflik dalam sebuah hubungan, terlebih jika si dia berani menggoda wanita lain saat di depan Anda.

Saat seorang pria sudah berkomitmen untuk menjalani hubungan yang serius, maka sudah sepantasnya untuk membuktikan komitmen tersebut dengan menunjukkan sikap setia sebagai wujud cintanya kepada Anda.

Sehingga ketika dia berani menggoda wanita lain di depan Anda, sebaiknya Anda bisa berpikir kembali untuk mempertahankan pria tersebut sebagai pasangan hidup.

Jika masih berpacaran saja dia berani menggoda wanita lain di depan Anda, bagaimana nanti setelah menikah?

2. Suka menebar pesona dengan banyak wanita

Meski pasangan Anda adalah tipe pria yang banyak disukai oleh wanita karena sikapnya yang menyenangkan, namun ketika sudah menjadi pasangan Anda seharusnya dia mampu menunjukkan kesetiannya dengan mengendalikan diri dan mengetahui batasannya ketika berada di lingkungan teman-teman wanitanya.

Ketika dia menebar pesona dan bersikap romantis kepada setiap teman wanitanya, maka sudah sepatutnya Anda mempertanyakan sikapnya tersebut.

Jika respon Anda tidak membuatnya berhenti menebar pesona, maka saatnyalah Anda bertanya pada diri sendiri pantaskah dia menjadi pasangan hidup Anda?

3. Suka bohong

Karakter pria selanjutnya yang tidak layak untuk dijadikan pasangan hidup adalah suka bohong.  Hubungan yang dibangun di atas kebohongan tentu bukan hubungan yang ideal untuk dipertahankan apalagi dilanjutkan ke jenjang pernikahan.

Apalagi jika kebohongan tersebut erat kaitannya dengan adanya pihak ketiga atau bahkan ke empat dalam hubungan Anda.

Jika memang dia mencintai Anda dengan tulus dan ingin berkomitmen ke arah yang lebih serius sudah seharusnya dia mampu berkata jujur dengan Anda dan meyakinkan Anda bahwa dialah cinta sejati Anda.

Ketika dia berkali-kali membohongi Anda dan berkali-kali pula meminta maaf atas kesalahannya tersebut, maka pikirkan kembali untuk menghabiskan sisa hidup Anda dengannya.

4. Temperamental

Karakter temperamental menjadi salah satu karakter pria yang sebaiknya tidak Anda pilih sebagai pasangan hidup.

Sikap emosional yang menjadi kebiasaan ketika sedang menjalani hubungan dengan Anda sebaiknya bisa menjadi gambaran bagaimana karakter sesungguhnya pasangan Anda dalam menyelesaikan masalah.

Sikap temperamental merupakan bentuk sikap yang tidak sehat dalam sebuah hubungan sehingga ketika Anda memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, karakter ini bisa menjadi sumber konflik yang berkepanjangan.

Karakter temperamental bisa berbentuk kata-kata verbal yang kasar hingga perlakuan kasar yang tentunya akan berdampak buruk pada kondisi fisik dan psikis Anda.  Jika masih berpacaran saja dia tega menyakiti fisik dan psikis Anda, bagaimana nanti setelah menikah?

5. Selalu merasa benar sendiri

Ada banyak hal yang bisa menimbulkan masalah dalam setiap hubungan, sehingga diperlukan pengertian dari masing-masing pasangan untuk mengatasi masalah tersebut dengan cara yang tepat.

Berbeda pendapat dan argumen sangat wajar terjadi dalam sebuah hubungan.  Namun ketika pasangan Anda selalu merasa benar sendiri dan cenderung menyalahkan Anda dalam setiap permasalahan yang muncul, ada baiknya Anda kembali bertanya pada diri sendiri apakah dia memang cinta sejati Anda?

Pada akhirnya semua pilihan ada di tangan Anda, mempertahankan hubungan yang buruk dan berharap akan adanya perubahan yang lebih baik mungkin menjadi salah satu pertimbangan Anda karena yakin dia adalah cinta sejati Anda.

Berpikir kembali demi mendapatkan pasangan hidup yang lebih baik tidak ada salahnya dijadikan pertimbangan demi masa depan yang lebih bahagia.

Di lain pihak, jika Anda menginginkan pribadi dan karakter yang baik sebagai pasangan hidup Anda, maka Anda harus memulai dari diri Anda sendiri dengan menjadi pribadi yang lebih baik.

Loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here