Solusi jitu Mengatasi Siklus Menstruasi yang Berubah-ubah

17485
Siklus Menstruasi yang Berubah-ubah
Wanita Haid / Scoopwhoop.com

Arwini.com – Siklus menstruasi yang berubah-ubah atau tidak teratur bisa terjadi pada wanita karena pengaruh beberapa faktor.

Loading...

Kondisi siklus menstruasi dikatakan tidak teratur jika siklus tersebut terjadi lebih cepat, lebih lambat, berhenti hingga lewat beberapa bulan atau justru menstruasi terjadi 3 kali dalam sebulan.

Jika siklus menstruasi normal terjadi antara 21-35 hari, maka siklus menstruasi bisa dikatakan tidak teratur atau berubah-ubah jika terjadi kurang dari 21 hari atau bahkan lebih dari 35 hari.

Selain itu, ciri-ciri siklus menstruasi yang berubah-ubah juga ditandai dengan frekuensi waktu haid yang berubah setiap bulan, serta volumen darah yang tidak konsisten.

Siklus menstruasi yang sering berubah di tahun pertama menstruasi adalah hal wajar, namun kondisi ini perlu diwaspadai jika terjadi kedua dan selanjutnya.

Jika perubahan siklus menstruasi di tahun pertama disebabkan oleh pengaruh hormon yang belum seimbang, maka perubahan siklus menstruasi tahun selanjutnya, erat kaitannya dengan faktor tertentu.

Kondisi psikis yang tertekan atau stress

Siklus menstruasi yang sering berubah sangat mungkin terjadi jika seorang wanita mengalami tekanan stress.

Kondisi stress tersebut akan mempengaruhi kinerja otak dalam memproduksi hormon yang mengatur siklus menstruasi sehingga terjadii perubahan siklus menstruasi yang tidak normal.

Perubahan berat badan secara drastis

Siklus menstruasi yang berubah-ubah juga bisa disebabkan oleh perubahan berat badan yang terjadi secara drastis, baik kenaikan berat badan hingga obesitas maupun penurunan berat badan.

Kondisi ini akan mempengaruhi produksi hormon di dalam tubuh sehingga mengganggu siklus menstruasi normal.

Hormon prolaktin tinggi

Tingginya kadar hormon prolaktin pada ibu menyusui bisa menyebabkan seorang wanita mengalami siklus menstruasi yang berubah, demikian juga dengan wanita yang produksi hormon prolaktinnya tidak normal.

Pengaruh alat kontrasepsi

Alat kontrasepsi hormonal seperti pil KB maupun suntik KB akan mempengaruhi kondisi hormonal di dalam tubuh sebagai upaya untuk mencegah kehamilan.

Kondisi ini akan sangat berpengaruh pada siklus menstruasi yang dialami oleh pengguna alat kontrasepsi tersebut.

PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

PCOS merupakan kondisi dimana hormon yang berperan dalam memproduksi folikel sebagai tahap awal dalam produksi sel telur sangat tinggi.

Kadar hormon yang sangat tinggi menyebabkan produksi folikel mengalami peningkatan, namun folikel belum matang sehingga mengakibatkan gangguan ovulasi.

Akibatnya, seorang wanita yang mengalami PCOS cenderung memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur.

Adanya penyakit kronis

Siklus menstruasi bisa berubah dan tidak teratur karena pengaruh penyakit kronis tertentu, seperti misalnya diabetes, dimana kadar gula dalam darah tidak stabil dan akan mengganggu keseimbangan hormon di dalam tubuh.

Selain itu, gangguan pada kelenjar tiroid juga bisa memicu terjadinya siklus haid yang tidak teratur.  Namun demikian kondisi siklus menstruasi yang berubah akibat terganggunya kelenjar tiroid bisa kembali normal jika penyakit tersebut diobati.

Menopause dini

Normalnya, menopause terjadi di usia 45-55 tahun.  Namun demikian, gejala menopause bisa juga terjadi sebelum usia 40 tahun.

Ketidakteraturan siklus menstruasi bisa terjadi akibat menopause dini, dimana perubahan hormon di dalam tubuh menyebabkan menurunnya produksi sel telur sehingga haid yang dialami tidak teratur hingga berhenti sama sekali.

Untuk mengatasi ciri-ciri siklus menstruasi yang berubah-ubah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Konsumsi makanan dengan gizi seimbang
  • Istirahat yang cukup
  • Olah raga secara teratur
  • Hindari stress
  • Menerapkan gaya hidup sehat
  • Mengganti alat kontrasepsi

Siklus haid yang tidak teratur bisa menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi seorang wanita, oleh karena itu perlu diketahui faktor penyebabnya agar bisa diantisipasi dengan cara yang tepat.

Meskipun pada umumnya siklus menstruasi yang berubah-ubah tidak memerlukan penanganan medis.

Jika kondisi menstruasi yang dialami juga disertai dengan gejala lain seperti volume darah yang terlalu banyak, waktu menstruasi yang lebih dari 8 hari, hingga keluhan nyeri haid yang parah sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here