Pesona Candi Borobudur, Candi Budha Termegah di Dunia

1495
Pesona Candi Borobudur, Candi Budha Termegah di Dunia
Pesona Candi Borobudur, Candi Budha Termegah di Dunia




Arwini.com – Candi Borobudur, siapapun akan terpesona menatap keelokan arsitekturnya yang bernilai seni tinggi. Candi ini merupakan candi Budha terbesar di dunia, tak heran jika banyak wisatawan dari segala penjuru dunia yang menjadikan candi ini sebagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat berlibur di Indonesia.

Candi Borobudur terletak di sekitar 40 km arah utara dari pusat kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan Badrawati, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Candi megah yang terdiri dari 6 teras berbentuk bujur sangkar dengan 3 pelataran yang melingkar di atasnya ini diperkirakan dibangun pada sekitar tahun 800-an Masehi, pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra.

Dengan pahatan artistik sebanyak 2.672 relief sepanjang 6 km, Candi Borobudur diyakini memiliki ornamen relief Budha yang terlengkap di dunia. Untuk mengikuti alur cerita yang ada pada relief tersebut, pengunjung bisa mengitari candi dengan searah jarum jam hingga naik ke tangga berikutnya.

Ada tiga tingkatan manusia yang dilukiskan dalam bangunan ini, yaitu Kamadhatu yang melambangkan ranah hawa nafsu atau tingkatan yang paling rendah dimana manusia masih terbelenggu dalam hawa nafsu, Rupadhatu sebagai ranah berwujud, dimana manusia sudah terlepas dari hawa nafsu namun masih berwujud dalam bentuk dan rupa dan Arupadhatu sebagai ranah yang tidak berwujud yang melambangkan tingkatan manusia yang sudah terbebas dari hawa nafsu, rupa maupun bentuk.

Setidaknya ada 4 kisah utama yang terukir dalam relief Candi Borobudur, yaitu Karmawibangga yang menggambarkan hukum karma, Lalita Wistara yang menggambarkan kesibukan di dunia maupun di surga dan lahirnya Sang Buddha, Jataka dan Awadana yang menggambarkan kisah perbuatan baik menuju tingkat yang lebih tinggi, serta Gandawyuda yang menggambarkan pencarian kebenaran sejati.

Selain berisi kisah perjalanan Buddha beserta ajarannya, relief yang dipahat juga mengisahkan kehidupan masayarakat di Jawa dalam segala aspeknya, bahkan terdapat 10 relief yang menggambarkan bentuk kapal.

Sebagai salah satu situs warisan dunia yang diakui UNESCO, Candi Borobudur bahkan telah dibangun dengan begitu megah di Tanah Jawa dengan teknik pembangunan yang sangat teliti dan detail. Selain gaya pahatan yang halus dan sangat detail, bangunan Candi Borobudur yang berbentuk piramida berundak ini dibangun dari susunan balok batu andesit yang saling mengunci sehingga bisa merekat kuat.

Baca Juga: Sejarah Tugu Jogja, Icon Tempat Wisata di Jogja

Candi ini dibangun sebagai tempat untuk memuja Buddha sekaligus sebagai model alam semesta, selain itu juga difungsikan sebagai tempat untuk menuntun manusia agar terlepas dari nafsu duniawi menuju pencerahan untuk mencapai nirwana sesuai dengan ajaran Buddha. Candi ini menjadi tempat bagi umat Buddha untuk beribadah di hari besar keagamaan agama Buddha.

Perwujudan dan kisah Buddha bukan hanya dilukiskan dalam bentuk pahatan relief saja, melainkan juga berupa arca dengan berbagai posisi duduk yang melambangkan simbol tertentu. Meski sepintas arca Buddha tersebut tampak serupa namun ada beberapa perbedaan yang cukup halus terutama pada posisi tangan. Dari sekitar 504 arca Buddha, lebih dari 300 lainnya sudah mengalami kerusakan dimana 43 lainnya dinyatakan hilang karena dicuri oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Di puncak candi pengunjung bisa menikmati keindahan perbukitan Menoreh, Gunung Merapi dan Merbabu dari kejauhan. Untuk tiket masuk ke kawasan wisata Candi Borobudur, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 35.000 per orang dewasa atau umum. Sedangkan untuk rombongan pelajar dan anak-anak di bawah 6 tahun, tarif masuk yang dikenakan sebesar Rp 12.500.

Adapun untuk wisatawan asing tiket masuk yang harus dibayar sebesar USD 20 dan untuk anak-anak sebesar USD 10. Dengan akses jalan yang cukup mudah, kawasan wisata ini juga menyediakan fasilitas yang cukup lengkap mulai dari area parkir, toilet, souvenir hingga kuliner dan homestay. Fasilitas lainnya adalah Museum Karmawibangga, Museum Kapal Samudraraksa, kereta mini dan pusat informasi Candi Borobudur.

Di kawasan wisata Candi Borobudur, juga disediakan safari gajah bagi pengunjung yang ingin berkeliling menikmati alam pedesaan di sekitar kompleks candi dengan menaiki gajah. Tentu hal ini akan menjadi pengalaman unik yang sangat berkesan.

Baca Juga: Tempat-tmepat Bersejarah di Jogja

Untuk merasakan sensasi berkeliling dengan gajah, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 250.000 per 30 menit, sedangkan untuk 60 menit, tarif yang dikenakan sebesar Rp 500.000. Selain itu pengunjung juga bisa sekedar foto bersama gajah dengan tarif RP 10.000 per pose. Sedangkan untuk mandi dengan gajah, pengunjung harus membayar Rp 20.000 per orang.

Demikianlah ulasan seputar lokasi, tiket masuk serta fasilitas Candi Budha Borobudur, Mudahan Bermanfaat.

Loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here