Plus Minus Pengaruh Gadget pada Perkembangan Anak, Waspada Terhadap Dampak Buruk Teknologi bagi Kehidupan Anak

405
Pengaruh Gadget pada Perkembangan Anak
Pengaruh Gadget pada Perkembangan Anak

Arwini.com, Pengaruh Gadget pada Perkembangan Anak– Perkembangan teknologi informasi dan internet saat ini sudah semakin maju, hampir seluruh lapisan masyarakat tidak bisa lepas dari teknologi yang notabene memang memberikan banyak kemudahan bagi penggunanya.  Namun bagaimana dengan anak-anak yang juga sudah banyak diberikan fasilitas gadget dengan alasan kepraktisan dan pengenalan teknologi kepada anak?

Tidak dipungkiri bahwa peran tekonologi saat ini menjadi salah satu kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan dalam aktivitas sehari-hari, namun memberikan kebebasan kepada anak untuk menggunakan gadget apakah sudah menjadi keputusan yang tepat?

Berikut ini adalah ulasan seputar plus minus pengaruh gadget pada perkembangan anak yang sebaiknya diwaspadai oleh orang tua.

Ada beberapa efek positif bagi perkembangan anak ketika dikenalkan dengan gadget, seperti misalnya anak lebih melek teknologi sehingga tidak gaptek ketika suatu saat dihadapkan pada situasi yang membutuhkan penguasaan teknologi seperti pada gadget.

Selain itu, anak juga akan lebih mudah mendapatkan informasi terbaru sehingga wawasannya lebih luas dan yang terakhir bisa membantu kreativitas anak.

Namun di balik manfaat positif yang bisa diperoleh dari gadget, ada beberapa efek negatif yang sepatutnya menjadi perhatian para orang tua agar lebih selektif dan bijak dalam memberikan kebebasan kepeda anak dalam menggunakan gadget.  Dan berikut ini adalah efek buruk yang perlu diwaspadai:

  • Kebiasaan mencari informasi di internet bisa menyebabkan anak merasa cepat puas dengan informasi yang dibacanya tersebut dan cenderung menganggapnya sebagai informasi yang paling lengkap tanpa harus mencari referensi dari sumber lainnya, seperti buku.
  • Kurang peduli dengan lingkungan sekitar karena lebih fokus dan asyik dengan gadget yang ada di depannya, sehingga cenderung mengabaikan lingkungannya.  Dan hal ini akan berpengaruh pada kemampuannya dalam bersosialisasi secara aktif dengan orang lain.
  • Banyaknya kemudahan yang diperoleh dari teknologi dalam gadget justru membuat mereka cenderung tidak tahan dalam menghadapi kesulitan atau tantangan yang butuh pemikiran lebih.
  • Penggunaan gadget yang tidak dibatasi bisa menjadikan anak merasa malas untuk menulis dan membaca buku, karena cenderung menyelesaikan semuanya melalui bantuan gadet.

Berikut ini adalah beberapa tahap pengenalan gadget pada anak sesuai usianya agar bisa memperoleh manfaat yang tepat dalam perkembangan anak:

Usia 2-4 tahun

Anak-anak yang sudah dikenalkan dengan gadget pada usia ini harus didampingi oleh orangtua agar anak benar-benar mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sesuai perkembangannya sehingga bisa menguatkan hubungan emosional antara anak dan orang tua.

Dalam hal ini orangtua harus memberikan banyak penjelasan agar anak memahami apa yang ada dihadapannya.  Karena pada usia ini anak banyak belajar tentang koordinasi visiomotorik, dimana apa yang dilihatnya harus bisa digambarkan dengan motoriknya.

Usia 4-7 tahun

Pada usia ini anak-anak cenderung tertarik untuk melakukan banyak eksplorasi sendiri, oleh karena itu diperlukan pendampingan dan batasan terkait situs yang boleh dikunjungi oleh anak.  Orangtua harus tegas dalam memfilter dan memberikan pengertian kepada anak.

Usia 7-10 tahun

Pada usia ini anak-anak sudah mulai mencari informasi di luar keluarga, dimana teman memiliki pengaruh yang siginifikan sehingga mereka cenderung mulai menginginkan kebebasan yang lebih dari orangtuanya.

Tetap menjalin komunikasi dua arah dengan anak bisa menjadi salah satu cara agar mereka tetap berada dalam pengawasan orangtua.

Usia 10-12 tahun

Usia ini adalah usia pra-remaja, dimana anak ingin mendapatkan banyak pengalaman dan kebebasan.  Anak mulai mencoba mengasah pemikirannya sehingga membentuk nilai maupun normanya sendiri.

Peran sebagai orantua harus tetap aktif dalam memberikan pengertian terkait apa yang mereka peroleh di internet. Orangtua harus bisa menjadi teman bagi anak sehingga akan lebih memudahkan bagi mereka untuk mendekati anak yang sedang dalam masa-masa ‘lebih dekat’ dengan teman-temannya.

Usia 12-14 tahun

Pada usia ini anak-anak sudah mulai aktif dalam kehidupan sosialnya sehingga mulai tertarik pada online chat.  Pada masa ini kewaspadaan sebagai orang tua harus benar-benar diperhatikan dan jangan lengah sedikitpun.

Memberikan pengertian secara bijak dan informasi yang tepat terkait seksualitas bisa menjadi salah satu cara untuk membentengi mereka dari pengaruh buruk yang sangat mungkin terjadi di dunia maya.

Selain memberikan filter dan batasan bagi anak dalam menggunakan gadget, diperlukan keterbukaan komunikasi antara orang tua dan anak agar anak tetap pada jalur yang benar.  Terakhir, pastikan untuk terlibat dengan anak ketika mereka online!

 

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here