Nyeri Dada Sebelah Saat Menstruasi, Berbahayakah?

1268
Nyeri Dada Sebelah Saat Menstruasi
Nyeri Dada Sebelah Saat Menstruasi / Healthtap.com
Advertisement
Loading...

Arwini.com, Nyeri Dada Sebelah saat Menstruasi – Keluhan nyeri dada saat menstruasi terutama di area payudara menjadi hal lazim yang banyak dikeluhkan oleh kaum hawa dan biasanya diikuti dengan bengkaknya payudara.

Kondisi tersebut diyakini sebagai sesuatu hal yang normal dan sering dikaitkan dengan PMS (Premenstrual Syndrome) yang terjadi menjelang menstruasi.  Selain nyeri dada sebelah sebelum menstruasi dan setelahnya, gejala PMS juga bisa berupa rasa sakit di area bawah perut, hingga perubahan suasana hati yang cenderung emosional.

Lalu apa sajakah yang menjadi penyebabnya?  Dilansir dari Boldsky, berikut ini adalah beberapa penyebab nyeri dada atau payudara saat menstruasi.

Penyebab nyeri payudara saat menstruasi

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang wanita mengalami nyeri dada sebelah atau nyeri pada payudara saat menstruasi, yaitu:

  1. Perubahan hormonal
Advertisement
Loading...

Menjelang menstruasi, terjadi perubahan hormonal dalam tubuh seorang wanita dimana sekresi hormon estrogen mengalami peningkatan.  Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan pengerasan pada jaringan payudara sehingga muncul rasa nyeri menjelang menstruasi dan saat menstruasi.

Gejala nyeri dada saat menstruasi pada wanita biasanya dialami pada hari ke-21 dalam siklus menstruasi normal.  Dengan kondisi demikian maka bisa dipastikan keluhan nyeri dada merupakan gejala yang normal dan tidak perlu dikhwatirkan terutama karena akan hilang dengan sendirinya setelah menstruasi selesai.

Jika gejala nyeri dada sebelah dirasa sangat menyakitkan dan terjadi terus menerus dalam waktu yang lama bahkan setelah menstruasi selesai maka disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan agar diketahui secara pasti penyebabnya dan bagaimana upaya penangannya.

  1. Efek samping obat

Pada wanita yang mengkonsumsi obat atau pil untuk mendapatkan kehamilan dalam waktu lama kemudian berhenti mengkonsumsi, biasanya akan mengalami perubahan hormonal yang bisa memicu munculnya rasa nyeri pada payudara.

Dan kondisi ini pun masih terbilang normal jika konsumsi obat tidak teratur dan berhenti tiba-tiba, namun jika ada kekhawatiran akan masalah kesehatan maka bisa segera memeriksakan diri ke dokter.

  1. Obesitas

Kondisi tubuh yang mengalami obesitas dengan berat badan berlebih bisa memicu rasa nyeri dada (baca: Atasi Obesitas).  Meskipun hal ini tidak membahayakan namun berat tubuh berlebih bisa menimbulkan efek buruk bagi kesehatan sehingga disarankan untuk mengatur pola makan dengan gizi seimbang dan memperbanyak konsumsi air putih untuk mengurangi keluhan nyeri dada.

  1. Faktor pertumbuhan

Pada masa pubertas, seorang anak perempuan akan mengalami pertumbuhan pada payudara sehingga bisa menimbulkan nyeri dada demikian halnya ketika menjelang menstruasi pertama, dan hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena lazim terjadi dan normal.

Nyeri Dada Sebelah yang Perlu Diwaspadai

Meskipun nyeri dada sebelah saat menstruasi terbilang normal namun ada baiknya perlu waspada dengan jenis nyeri dada sebelah yang sering dialami bahkan ketika tidak sedang menstruasi.  Beberapa gejala nyeri dada bisa menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan tertentu, yaitu:

  • Penyakit jantung

Nyeri dada sebelah akibat penyakit jantung biasanya dirasakan sebagai rasa nyeri tidak bersifat tajam namun bisa menjalar ke area punggung, leher, bahu, dan rahang.

Gejala lain yang turut menyertai rasa nyeri ini adalah rasa terbakar dan seolah dihimpit beban yang berat, rasa seperti ditusuk-tusuk pada ulu hati hingga sesak nafas, mual, lemas dan keringat dingin.

Gejala ini bisa terjadi secara tiba-tiba, tidak terduga dan masing-masing individu memiliki frekuensi waktu yang berbeda tergantung sumbatan yang ada pada pembuluh darah.

  • Penyakit paru-paru

Hampir sama dengan penyakit jantung, gejala nyeri dada akibat adanya penyakit paru-paru seperti TBC, Bronkhitis, memar dan tumor juga bersifat tumpul dan cenderung tidak terlokalisasi.  Gejala paling menonjol adalah rasa nyeri dada disertai dengan batuk, sesak nafas, dan demam.

  • Penyakit maag

Rasa nyeri dada juga bisa terjadi akibat penyakit maag yang menyerang lambung, sehingga rasa nyeri mencapai ulu hati (heart burn) dengan disertai mual, dan kembung.

  • Gangguan payudara

Selain menjelang menstruasi, nyeri dada juga bisa terjadi akibat adanya gangguan pada payudara seperti infeksi, sumbatan pada saluran susu, hingga tumor.  Perlu diwaspadai nyeri payudara yang disertai dengan perubahan bentuk, keluarnya cairan, ruam di sekitar puting, dan bengkak.

Selain itu, nyeri dada sebelah juga bisa terjadi karena kram otot akibat aktivitas yang berlebihan.  Mengenali rasa nyeri dada sebelah yang dialami saat menstruasi bisa membuat kita lebih waspada sehingga bisa membedakan dengan jenis nyeri dada lain yang membahayakan.

Disarankan untuk dibaca:

  1. Cara Mengatasi Nyeri haid dengan Pengobatan Sederhana di Rumah
  2. Pengaruh Siklus Menstruasi bagi Perkembangan Wanita
Loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here