Menstruasi 3 Kali dalam Sebulan, Normal atau Berbahaya?

17581
Bahayakah Menstruasi 3 Kali dalam sebulan
Haid 3 Kali dalam Sebulan/Healthtap.com

Menstruasi 3 Kali dalam Sebulan – Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari dengan frekuensi sekitar 2-8 hari.  Namun pernahkah Anda mengalami menstruasi hingga 3 kali dalam sebulan?  Jika hal itu terjadi, kemungkinan Anda mengalami gangguan siklus menstruasi yang dikenal dengan istilah Polimenorea.  Kelainan siklus menstruasi ini bisa menyebabkan seorang wanita mengalami menstruasi 3 kali dalam sebulan.

Pada wanita yang mengalami Polimenorea, siklus menstruasinya lebih pendek dari 21 hari dengan pola yang cenderung teratur dan volume darah yang relatif sama atau bahkan lebih banyak.  Sebenarnya ada beberapa gangguan dalam menstruasi yang bisa dialami oleh wanita.

Apa saja gangguan siklus menstruasi?

Selain Plimenorea, gangguan siklus menstruasi bisa berupa:

  • Amenorhea, yaitu kondisi dimana wanita tidak mengalami menstruasi hingga 3 bulan berturut-turut.
  • Oligomenorea, yaitu kondisi dimana siklus menstruasi berlangsung lebih panjang hingga lebih dari 35 hari.
  • Menoragia, yaitu kondisi dimana volume darah yang keluar saat menstruasi lebih banyak dan bisa berlangsung lebih dari 8 hari.
  • Metroragia, yaitu kondisi dimana ada perdarahan di luar siklus menstruasi atau di antara waktu menstruasi yang terjadi karena beberapa faktor, seperti menjelang menopause, gangguan pada indung telur maupun hormonal, kelainan pembekuan darah, gangguan pada hormon tiroid dan pengaruh konsumsi obat-obatan tertentu.

Meskipun sekilas Polimenorea dan Metroragia hampir sama, namun yang perlu digaris bawahi, Polimenorea berbeda dengan Metroragia.  Karena pada kasus Metroragia perdarahan terjadi di antara dua waktu menstruasi dengan frekuensi waktu yang lebih singkat dan volume darah yang relatif sedikit.

Jika pada Metrorgia darah yang keluar bisa berupa flek, pada Polimenorea volume darah dan frekuensi waktunya seperti menstruasi pada umumnya.

Bahayakah Haid 3 Kali dalam Satu Bulan
Haid Tiga Kali Sebulan/Style350.com

Apa penyebab Polimenorea?

Menstruasi 3 kali dalam sebulan atau gangguan siklus menstruasi Polimenorea bisa terjadi karena adanya ketidakseimbangan pada sistem hormonal, yaitu di aksis hipotalamus, hipofisis, dan ovarium.

Kondisi tersebut memicu gangguan pada proses ovulasi sehingga waktu yang dibutuhkan untuk siklus menstruasi berlangsung lebih pendek, akibatnya menstruasi bisa terjadi hingga 3 kali dalam sebulan.

Perlu diketahui bahwa ketidakseimbangan sistem hormonal yang memicu terjadinya Plimenorea bisa terjadi karena faktor-faktor berikut ini:

  • Adanya gangguan pada indung telur
  • Pada 3-5 tahun sejak menstruasi pertama
  • Kondisi psikis yang stress atau depresi
  • Adanya penurunan berat badan secara drastis
  • Obesitas
  • Olahraga yang berlebihan
  • Menjelang menopause
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti aspirin dan antikoagulan.

Pada metroragia, perubahan hormonal juga bisa terjadi karena penggunaan kontrasepsi seperti KB suntik dalam waktu yang lama.  Dimana saat seorang wantita tidak lagi menggunakan KB suntik, maka butuh waktu yang relatif lama bagi tubuh untuk menyeimbangkan hormonnya dan kembali pada siklus menstruasi yang normal.

Untuk mengantisipasi adanya ketidakseimbangan hormonal, sebaiknya menghindari aktifitas fisik yang berlebihan, istirahat yang cukup, mengkonsumsi gizi seimbang, menjaga berat badan ideal, menghindari stress, dan menghindari minuman soda, alkohol maupun rokok.

Pada umumnya Polimenorea hanya bersifat sementara dan bisa pulih dengan sendirinya, namun jika kondisi ini berlangsung secara terus menerus maka sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri pada dokter kandungan agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Dengan adanya pemeriksaan dari dokter akan diketahui penyebab pasti kelainan siklus menstruasi yang dialami, sehingga bisa diberikan terapi yang sesuai dengan kebutuhan.

Terapi yang dilakukan berguna untuk mencegah perdarahan abnormal muncul kembali, mengontrol perdarahan, mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi, dan menormalkan kondisi zat besi yang berkurang.

Adapun Polimenorea yang telah berlangsung lama, terapi yang diberikan biasanya disesuaikan dengan status ovulasi yang dimiliki, faktor usia, resiko kesehatan dan pilihan kontrasepsi dari wanita yang bersangkutan.

Polimenorea tidak boleh diremehkan terutama jika terjadi secara berulang, karena kondisi tersebut bisa memicu gangguan hemodinamik tubuh akibat keluarnya darah yang berlebihan dan meningkatkan resiko bagi wanita sulit mendapatkan keturunan karena adanya gangguan ovulasi.

Mengingat kemungkinan bahaya dan resiko yang bisa ditimbulkan akibat kelainan menstruasi Polimenorea, maka penting bagi setiap wanita untuk memahami siklus menstruasi yang dialami setiap bulannya sehingga bisa mengetahui secara pasti jika suatu saat mengalami kelainan menstruasi di luar siklus menstruasi normal yang dialami.

Baca Juga: Haid 2 Kali dalam Sebulan

Dengan begitu bisa dilakukan upaya pencegahan dan antisipasi yang efektif agar siklus menstruasi tetap berlangsung normal dan tidak bermasalah sedikitpun.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here