Jangan Sembarangan Mengguncang Bayi, Resiko “Shaken Baby Syndrome” patut Diwaspadai

772
Bahaya shaken baby syndrome
shaken baby syndrome

Arwini.com, Bahaya Shaken Baby Syndrome – Apakah Anda sering melihat orang tua atau pengasuh yang mengguncang-guncang bayi untuk menenangkannya, atau mungkin Anda sendiri melakukannya pada bayi Anda karena menganggap perlakuan itu cukup efektif untuk bayi Anda?

Apakah Anda juga pernah melihat orang tua yang melempar-lemparkan bayinya ke udara dan menagkapnya kembali dengan tujuan mengajak bayinya bercanda agar tertawa renyah?

Jika ya, maka sebaiknya kebiasaan itu segera dihentikan sebelum terjadi resiko yang tidak diinginkan.

Tahukah Anda bahwa kebiasaan mengguncang atau melempar bayi bisa sangat beresiko menyebabkan Shaken Baby Syndrome?

Shaken Baby Syndrome merupakan kondisi cidera atau trauma yang cukup keras pada kepala atau bentuk luka traumatik pada otak yang diakibatkan oleh tindakan sengaja dari orang lain.

Meski resiko ini bisa saja terjadi akibat pergerakan bayi sendiri, namun kebanyakan justru terjadi akibat adanya tindakan orang lain yang mengguncang atau mengayunnya dengan keras.

Resiko terjadinya sindrome ini biasanya terjadi pada anak-anak di bawah usia 2 tahun, dan paling sering terjadi antara 3-8 bulan.  Namun demikian resiko ini juga bisa saja terjadi pada anak-anak dengan rentang usia 2-5 tahun.

Resiko paling fatal dari sindrome ini adalah kematian, dan hal ini harus bisa diantisipasi sedini mungkin dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang bisa menimbulkan cidera pada anak.

Mungkin banyak yang menganggap hal itu sebagai tindakan yang lumrah dan tidak berbahaya, namun yang harus Anda ingat kondisi bayi masih sangat lemah terutama pada otot lehernya.

Sehingga ketika terjadi guncangan pada bayi, maka kepalanya ikut terguncang dan hal ini bisa mengakibatkan pada kerusakan otak termasuk pendarahan di dalam otak maupun di permukaannya.

Pada kasus yang parah bahkan bisa menyebabkan terjadinya masalah kesehatan yang permanen.

Adapun beberapa masalah serius yang bisa terjadi akibat guncangan pada bayi adalah:

  • Resiko terjadinya kerusakan otak
  • Celebral palsy
  • Resiko mengalami kebutaan karena kerusakan retina
  • Epilepsi
  • Kesulitan dalam bicara, belajar dan koordinasi
  • Resiko mengalami serangan jantung
  • Keterbelakangan mental
  • Cidera pada leher
  • Patah tulang rusuk

Beberapa gejala yang bisa menjadi indikasi adanya Baby Shaken Syndrome antara lain:

  • Bayi mengalami muntah-muntah
  • Ada memar pada area tubuh tertentu
  • Bayi cenderung rewel
  • Nafsu makan menurun
  • Bayi mengalami kesulitan bernafas
  • Kejang
  • Kulit memucat kebiruan
  • Menggigil atau tremor
  • Lumpuh bahkan koma

Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang bisa berpotensi menimbulkan guncangan pada bayi :

Meletakkan bayi di ayunan

Kebiasaan meletakkan bayi di ayunan mungkin sudah sangat lazim di masyarakat kita, dan tindakan mengayun ayunan lebih keras ketika bayi menangis menjadi salah satu hal yang bisa meningkatkan resiko terjadinya Baby Shaken Syndrome yang berbahaya.

Mengguncang bayi ketika menggendongnya

Mengguncang bayi ketika menggendongnya sering dimaksudkan agar bayi berhenti menangis atau membuatnya tetap tenang agar cepat tidur. Tidak sedikit dari orang tua yang melakukan hal demikian.

Untuk mengindari hal yang tidak diinginkan, perhatikan siapa saja yang menimang bayi Anda.

Mengguncang dengan tangan atau bahkan kaki

Kondisi orang tua yang emosional dan temperamen bisa menimbulkan tekanan stress tersendiri ketika melihat anaknya menangis sehingga marah dan frustasi.

Tak jarang kemudian mereka melakukan tindakan yang cukup membahayakan dengan mengguncang-guncang anaknya baik dengan tangan atau kaki agar tangisan sebegar berhenti.

Tindakan kasar bukanlah cara yang tepat untuk menghentikan tangisan anak.  Sebelum semuanya terlambat dan hanya menyisakan penyesalan, sebaiknya orangtua memiliki kontrol emosi yang baik agar bisa memberikan ruang yang nyaman bagi anak-anaknya untuk tumbuh dan berkembang.

Melempar bayi ke udara

Tindakan melempar bayi ke udara dan menangkapnya kembali merupakan tindakan yang sangat membahayakan.

Beberapa anak mungkin akan tertawa riang meski sebelumnya akan memperlihatkan ekspresi terkejut dan takut ketika dilempar ke udara.  Namun mengingat resiko berbahaya yang bisa terjadi akibat tindakan ini, sebaiknya kebiasaan ini segera dihentikan untuk meminimalisir resiko yang tidak diinginkan.

Kebiasaan bermain dengan bayi yang beresiko

Ada beberapa kebiasaan bermain dengan bayi yang sebenarnya bisa membahayakan keadaannya, seperti mengajak bayi berlari-lari dengan menggendongnya baik dipunggung atau di kepala. Main kuda-kudaan atau bahkan mengajak bayi berputar-putar.

Salah satu hal yang harus dilakukan ketika memiliki bayi adalah memberikan pengertian kepada pengasuh atau orang-orang terdekat yang kemungkinan ikut mengasuh bayi agar tidak melakukan tindakan yang telah di jelaskan di atas agar terhindar dari resiko Baby Shaken Syndrome yang membahayakan buah hati Anda.

 

 

Loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here