Meski Manusiawi, Bahaya Kebiasaan Mendengkur ini harus Anda Pahami!

201
Bahaya Kebiasaan Mendengkur dan Cara Mengatasinya
Kebiasaan Mendengkur
Advertisement
Loading...

Arwini.com – Kebiasaan mendengkur sering dianggap sebagai hal yang biasa ketika seseorang tidur.  Biasanya seseorang akan cenderung mendengkur ketika sedang dalam posisi tidur terlentang, ada gangguan pada tenggorokan seperti amandel atau radang tenggorokan, ada gangguan pada hidung seperti ketika terserang flu atau karena polip, kegemukan atau kenaikan berat badan hingga kelelahan.

Selain itu kebiasaan mendengkur juga bisa disebabkan oleh pertambahan usia, penggunaan obat penenang dan kebiasaan merokok (baca: penyebab mendengkur). Meski dianggap lumrah, tak jarang kebiasaan mendengkur juga mengganggu orang yang berada di dekatnya karena suara keras yang ditimbulkannya.

Namun di balik anggapan sepele terkait tersebut, ternyata ada beberapa resiko yang bisa membahayakan bagi kesehatan.  Dan berikut ini adalah beberapa fakta seputar kebiasaan mendengkur yang sebaiknya Anda tahu.

Resiko mengalami penyakit hipertensi

Mendengkur sering dikaitkan dengan sleep apnea atau kondisi henti nafas ketika sedangn tidur.  Pada saat mendengkur, terjadi penyempitan saluran pernafasan sehingga meski dada berusaha menarik nafas tidak ada udara yang mengalir.

Advertisement
Loading...

Akibatnya suplai oksigen menurun dan tekanan darah pun cenderung meningkat.  Sejumlah studi menyebutkan bahwa sleep apnea akibat mendengkur bisa meningkatkan resiko terjadinya penyakit hipertensi.

Resiko mengalami stroke

Pada saat mendengkur, kekentalan darah cenderung meningkat sehingga resiko seseorang mengalami stroke semakin tinggi.

Sejumlah studi menemukan bahwa seseorang yang mendengkur memiliki peluang lebih tinggi mengalami penebalan pada arteri karotis, yaitu pembuluh darah yang memberikan suplai ke area leher, kepala termasuk juga ke otak.  Sehingga ketika terjadi penebalan, maka hal itu bisa memicu resiko penyakit pembuluh darah lainnya yang berbahaya.

Resiko penyakit jantung

Kondisi tidur yang mendengkur bisa memicu terjadinya sleep apnea yang erat kaitannya dengan penurunan suplai oksigen ke jantung.

Akibatnya terjadi perubahan irama denyut jantung sehingga denyut jantung cenderung tidak beraturan.  Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu yang lama maka resiko penyakit jantung bisa meningkat.

Resiko mengalami penyakit Diabetes

Terganggunya tidur akibat kebiasaan mendengkur bisa menyebabkan gangguan metabolisme yang tidak boleh diremehkan begitu saja.  Ketidakseimbangan metabolisme menyababkan tubuh tidak mampu mentoleransi glukosa dan cenderung resisten terhadap insulin.

Akibatnya insulin tidak bisa dimanfaatkan secara optimal dan meningkatkan resiko terjadinya penyakit diabetes.

Resiko depresi dan penurunan daya ingat

Seseorang yang memiliki kebiasaan mendengkur cenderung mengalami gangguan tidur sehingga menurunkan kualitas tidurnya.  Kondisi ini bisa meningkatkan resiko seseorang mengalami depresi, gangguan emosi hingga penurunan daya ingat.

Untuk mengatasi kebiasaan mendengkur, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Mengatur posisi tidur

Posisi tidur yang sangat dianjurkan untuk mengatasi kebiasaan mendengkur adalah posisi menyamping, dan hindari tidur dalam posisi terlentang.  Karena pada saat tidur terlentang, pangkal lidah cenderung menutupi tenggorokan sehingga menimbulkan getaran suara saat tidur.

  • Biasakan mandi sebelum tidur

Membiasakan diri mandi dengan air hangat sebelum tidur bisa membuat tubuh lebih rileks sehingga bisa tidur lebih nyenyak.  Selain itu, mandi air hangat juga bisa membantu membuka saluran pernafasan di hidung sehingga meminimalisir kemungkinan tidur mendengkur.

  • Menjaga kebersihan tempat tidur

Sebaiknya speri dan sarung bantal diganti setidaknya seminggu sekali agar kuman dan bakteri pemicu alergi berkurang, karena mendengkur juga bisa terjadi akibat adanya alergi.

  • Konsumsi air putih dalam jumlah cukup dan berhenti merokok

Konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup setidaknya 8-10 gelas per hari bisa menghindarkan Anda dari resiko dehidrasi.  Dimana pada saat dehidrasi proses pelepasan lendir pada langit-langit dan hidung cenderung lebih pekat sehingga memicu terjadinya dengkuran.

Selain memenuhi kebutuhan tubuh akan air, untuk mengatasi kebiasaan mendengkur sebaiknya juga berhenti merokok.  Dimana kebiasaan merokok mampu menyumbat hidung dan paru-paru sehingga seorang perokok cenderung mendengkur saat tidur.

  • Menurunkan berat badan

Jika kebiasaan mendengkur terjadi ketika Anda mengalami pertambahan berat badan, maka solusi terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menurunkan berat badan.  Pertambahan berat badan biasanya akan berpengaruh pada leher, dan hal ini bisa menjadi pemicu tidur yang mendengkur.

Selain cara di atas, sebaiknya Anda mengatur jadwal tidur yang konsisten agar waktu tidur Anda cukup dan berkualitas.  Karena ketika seseorang tidak cukup tidur dan kelelahan, maka otot cenderung lebih tegang dan lebih berpeluang untuk mendengkur.

Loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here