Inilah Bahaya Paparan Asap Rokok bagi Bayi dan Anak-anak yang harus Diwaspadai

Dampak buruk Asap Rokok bagi Kesehatan Bayi
Bahaya Asap Rokok bagi Anak (Foto: Stuff.co.nz)

Arwini.com, Bahaya Asap Rokok pada Bayi dan Anak – Rokok menjadi permasalahan kompleks yang memberikan dampak buruk bagi kesehatan.  Paparan asap rokok tidak hanya membahayakan kesehatan perokok, melainkan orang disekitarnya pun akan terkena bahaya, termasuk bayi dan anak-anak.  Bahaya ini erat kaitanya dengan kandungan zat kimia yang ada di dalamnya.

Setidaknya ada 3000 lebih bahan kimia aktif terkandung dalam sebatang rokok yang membahayakan kesehatan tubuh.  Beberapa zat kimia dalam rokok diantaranya adalah:

  • Terdapat Nikotin yang cenderung menghambat tubuh dalam melawan sel kanker sehingga memicu kerusakan struktur DNA.
  • Benzema yang bersifat karsinogenik memungkinkan resiko kanker, serta dapat berubah menjadi zat pemicu leukimia.
  • Arsenik di dalamnya berupa zat berbahaya yang memicu kerusakan jantung, pembuluh darah, hingga resiko kanker.
  • Tar yang merupakan bahan aktif rokok dapat menimbulkan noda pada gigi maupun paru-paru, resiko penyakit jantung, bronkitis, kanker hingga gangguan kehamilan.
  • Terdappat Hidrogen sianida yang berbentuk zat racun berbahaya dan bisa menimbulkan gangguan kesehatan.

Zat lain yang ada dalam asap rokok seperti Karbon monoksida, Nitrogen oksida, Amonia, Formaldehida,  Kadmium, Kromium, Aseton, Timbal, Kumarin, dan Naftalena juga dapat memicu gangguan paru-paru, resiko kanker, hingga gangguan kesehatan lainnya.

Zat kimia tersebut adalah zat berbahaya yang dapat mengancam kesehatan yang tidak hanya akan di alami orang dewasa, bahkan bayi dan anak pun akan ikut merasakan bilamana mereka berinteraksi dengan para perokok.

Dampak buruk Asap Rokok bagi Kesehatan Anak
Bahaya Asap Rokok (Foto: Americaherald.com)

Terkait dengan gangguan kesehatan pada bayi dan anak, para dokter menuturkan untuk menghindarkan si kecil dengan para perokok karena akan berdampak pada beberapa gangguan kesehatan.

Baca Juga: Cara Mencegah Kecacatan pada Bayi Sejak dalam Kandungan

Secara umum gangguan kesehatan tersebut berupa hal-hal berikut:

1. Resiko Berat Lahir Rendah dan Cacat Jantung

Sebuah studi menyebutkan bahwa perokok pasif (ibu hamil) akan melahirkan bayi dengan berat di kisaran 2.500 gram. Sedangkan ibu hamil yang menjadi perokok aktif beresiko melahrikan bayi dengan cacat jantung.

Sekitar 20-70 % ibu hamil yang merokok secara aktif akan mengalami hal ini dibandingkan dengan yang tidak merokok.

2. Meningkatkan Resiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SKBM)

Ibu hamil yang menjadi perokok aktif bisa meningkatkan resiko SKBM akibat tingginya kadar nikotin pada paru-paru janin yang ada di dalam dikandung.

Untuk itu deperlukan pengecekan secara rutin untuk memantau perkembangan janin. Selain itu ibu hamil juga diharuskan mengkonsumsi beragam makanan sehat selama kehamilan

3. Gangguan Kognitif dan Perilaku

Asap rokok yang dihirup secara pasif akan menimbulkan gangguan pada kemampuan anak dalam belajar, baik dalam hal pemahaman kalimat, membaca, hingga matematika.

Hal ini disebabkan oleh kandungan zat beracun yang berdampak pada perkembangan otak yang cenderung terlambat dibandingkan dengan bayi dan anak normal (lingkungan bebas rokok).

Selain itu, perokok aktif juga memicu peningkatan gangguan perilaku pada anak seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Dimana anak-anak akan cenderung lebih agresif, hiperaktif bahkan depresif dan gangguan perilaku lainnya.

4. Gangguan pada sistem pernafasan

Bahaya paparan asap rokok bagi bayi dan anak-anak selanjutnya adalah resiko gangguan pada saluran pernafasan, seperti bronkitis maupun pneumonia.

Bahkan sebuah studi menyebutkan bahwa anak yang terlahir dari ibu perokok aktif kemungkinan mengalami infeksi saluran pernafasan 50 persen lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang terlahir dari ibu yang bukan perokok.

5. Perubahan DNA pada janin

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa aktivitas merokok pada ibu hamil bisa memicu terjadinya perubahan DNA pada janinnya.  Meskipun perubahan tersebut tidak mengubah urutan DNA, namun terjadi perubahan pada fenotipe dan ekspresi gen, akibatnya bayi beresiko mengalami komplikasi lain seperti berat lahir rendah, bibir sumbing, hingga asma.

Bahkan beberapa ahli menyatakan bahwa aktivitas merokok pada ibu hamil bisa menjadi penyebab nomor satu bayi terlahir dalam kondisi cacat.  Dan begitu banyak komplikasi yang timbul akibat paparan asap rokok, seperti bayi lahir prematur hingga resiko bayi meninggal dalam kandungan.

Agar terhindar dari bahaya paparan asap rokok, maka perlu dipersiapkan baik-baik sebelum merencanakan kehamilan termasuk dengan berhenti merokok dan sebisa mungkin menghindari paparan asap rokok.

Dalam hal ini juga diperlukan dukungan dari suami dan orang-orang terdekat sehingga tercipta lingkungan yang sehat dan bebas asap rokok.  Dengan begitu kehamilan bisa berlangsung normal, tumbuh kembang bayi optimal dan anak-anak pun terhindar dari bahaya paparan asap rokok.

 

 

 

Loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here