8 Tips Puasa Ramadhan Perdana bagi Mualaf, Manfaatkan Momen Ramadhan untuk Mempertebal Keyakinan

474
8 Tips Puasa Ramadhan Perdana bagi Mualaf

Arwini.com – Mendapatkan hidayah berupa petunjuk dalam Islam merupakan anugerah yang tak terhingga.  Masuk dalam agama Islam dan menjadi mualaf seperti terlahir kembali dalam keadaan suci sehingga harus bisa memanfaatkannya untuk amal kebaikan yang konsisten.

Loading...

Seperti umat muslim lainnya, sebagai seorang mualaf juga diwajibkan menjalani ibadah puasa sebagai salah satu rukun Islam yang wajib hukumnya. Berbeda dengan umat muslim yang terlahir dengan agama Islam sesuai agama orangtuanya dan sudah terbiasa menjalankan ibadah puasa sejak kecil, maka bagi mualaf kewajiban puasa di bulan Ramadhan bisa menjadi tantangan tersendiri.

Lalu bagaimana caranya agar para mualaf bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar?  Berikut ini adalah tips puasa Ramadhan bagi mualaf yang bisa dicoba.

8 Tips Puasa Ramadhan Perdana bagi Mualaf

  1. Memperdalam Wawasan Puasa

Sebelum melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, sebaiknya seorang mualaf mempelajari rukun puasa sesuai sunah Rasulullah agar puasa yang dijalani lancar dan diterima.

Sangat penting bagi seorang mualaf untuk mengetahui hal-hal yang membatalkan puasa, apa yang diperbolehkan, apa yang dilarang dan hal lainnya yang berhubungan dengan ibadah puasa Ramadhan.  Mempelajari bacaan niat berpuasa Ramadhan dan mengetahui waktu terbaik untuk sahur juga penting.

  1. Siapkan alarm saat sahur

Makan sahur sangat penting untuk bekal menjalani puasa agar kondisi tubuh tetap kuat dan ibadah puasa tetap lancar.  Namun begitu, biasanya waktu-waktu sahur adalah waktu yang paling nyenyak untuk tidur sehingga butuh perjuangan tersendiri agar bisa bangun di waktu sahur.

Untuk mengantisipasi kebiasaan susah bangun di waktu sahur sebaiknya menyiapka  alarm agar bisa bangun tepat waktu.  Perlu niat yang kuat serta keikhlasan menjalankan ibadah puasa dan mengawalinya dengan makan sahur agar puasa tetap lancar.

  1. Meminta bantuan teman

Jika seorang mualaf tinggal di kost dan memiliki teman-teman kost muslim maka bisa meminta bantuan mereka untuk membangunkan.  Selain mengandalkan alarm, teman-teman sesama muslim juga bisa diandalkan agar bisa bangun tepat waktu.

  1. Menyiapakan hidangan sahur

Sebagai persiapan sahur, sebaiknya hidangan sahur sudah dipersiapkan terlebih dulu sebelun tidur untuk mengantisipasi waktu sahur yang mepet atau tidak memiliki cukup waktu untuk keluar cari makan karena telat bangun.

Selalu memperhatikan asupan gizi saat sahur dan buka puasa juga sangat penting agar kondisi tubuh tetab fit dan berenergi meskipun sedang menjalani ibadah puasa.  Memperbanyak konsumsi air putih setelah berbuka dan malam hari bisa mencegah resiko dehidrasi yang mungkin terjadi.

  1. Lakukan aktivitas positif

Tidurnya orang yang sedang berpuasa itu bernilai ibadah.  Meski begitu bukan berarti orang yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan tidur seharian.

Seorang muslim atau mualaf bisa mengisi waktu luang dengan aktifitas positif lainnya seperti membaca buku-buku Islam, browsing tentang Islam dan ibadahnya agar semakin memahami Islam, berdiskusi dengan umat muslim lainnya atau sesama mualaf untuk sharing.

Bisa juga memanfaatkan waktu luang untuk belajar membaca Al-Qur’an dengan bimbingan seorang guru mengaji.  Dengan kegiatan positiif, waktu yang dilalui saat sedang berpuasa akan terasa lebih ringan dan tidak begitu lapar karena fokus dengan aktifitas yang dijalani.

  1. Ngabuburit bareng teman

Akan sangat menyenangkan jika memiliki teman-teman yang selalu mendukung dan bisa diajak untuk saling sharing.  Menghabiskan waktu di sore hari untuk ngabuburit dan buka bersama dengan teman-teman sesama muslim bisa menjadi hiburan tersendiri yang menyenangkan.

  1. Mengikuti kegiatan pengajian

Seorang mualaf bisa menambah pengetahuan agamanya dengan mengikuti kajian di masjid-masjid atau berdiskusi dengan teman muslim yang memiliki wawasan luas tentang Islam.  Dalam kajian seorang mualaf bisa bertanya langsung kepada ustadz atau ustadzah yang memberikan kajian.

  1. Melaksanakan amal ibadah utama

Sebagai seorang mualaf yang sedang pertama kali melaksanakan ibadah puasa sebaiknya juga melengkapinya dengan ibadah lainnya secara konsisten agar semakin sempurna.  Melaksanakan sholat wajib, tarawih, bersedekah, dan membaca Al-Qur’an bisa dilaksanakan dengan niat dan hati yang ikhlas agat diterima oleh Allah SWT.

Menjalani ibadah puasa Ramadhan perdana bagi mualaf tentu memberikan tantangan tersendiri.  Dengan keyakinan dan niat yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT, insyaalah puasa kita akan diterima sehingga menjadi hamba yang lebih bertakwa.

Loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here